Rabu, 11 Maret 2015

SIMPLISIA

Simplisia

Simplisia adalah istilah farmakologi untuk bahan alamiah yang dipergunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun. Adapun simplisia adalah bentuk jamak dari simpleks yang berasal dari kata simple, yang berarti satu atau sederhana. Istilah simplisia dipakai untuk menyebut bahan-bahan obat alam yang masih berada dalam wujud aslinya atau belum mengalami perubahan bentuk. Departemen Kesehatan RI membuat batasan tentang simplisia sebagai berikut: simplisia adalah bahan alami yang digunakan untuk obat dan belum mengalami perubahan proses apapun, dan kecuali dinyatakan lain umumnya berupa bahan yang telah dikeringkan dan secara umum pemberian nama atau penyebutan simplisia didasarkan atas gabungan nama spesies diikuti dengan nama bagian tanaman.
Beberapa Istilah Yang Ada Hubungannya Dengan Kegunaan Simplisia Dan Nama Penyakit
No.
Nama
Manfaat
1
Amara 
Menambah nafsu makan / pahitan
2
Anhidrotika   
Mengurangi keluarnya keringat
3
Stomakika  
Memacu enzim – enzim pencernaan
4
Analgetika
Mengurangi rasa nyeri
5
Antelmintika
Membasmi cacing dari dalam tubuh manusia
6
Anti fungi
Membasmi jamur, terutama jamur pada kulit, misalnya Panu 
7
Anti hipertensi
Menurunkan tekanan darah.
8
Anti piretika
Menurunkan suhu badan
9
Anti emetika
Mencegah atau menghilangkan mual atau muntah
10
Anti diar
Menghentikan buang air besar, mencret atau murus
11
Anti neuralgia
Menghilangkan rasa sakit /nyeri di kepala
12
Anti reumatika
Menghilangkan  rasa sakit pada encok / rematik
13
Anti spasmodika
Pereda / pelawan  keadaan  kejang pada tubuh (peredakejang)
14
Anti septika
Membasmi  kuman ( desinfektika )
15
Antidotum
Penawar  racun
16
Antitusif
Pereda batuk
17
Ekspetoransia
Mengurangi  batuk berdahak
18
Anti diabetika
Untuk  mengobati kencing manis
19
Anti hemoroida
Untuk mengobati wasir
20
Anti iritansia
Mencegah perangsangan pada kulit dan selaput lendir
21
Astringensia
Menciutkan selaput lendir atau pori / pengelat
22
Cardiaka
Untuk  jantung
23
Cardiotonika
Untuk penguat kerja jantung
24
Cholagoga
Membantu fungsi dari empedu
25
Dismenorrhoe
Untuk mengobati nyeri haid
26
Diaforetika / Sudorifika
Memperbanyak keluarnya keringat  / peluruh keringat
27
Digestiva
Merangsang pencernaan makanan
28
Diuretika
Melancarkan keluarnya air seni / peluruh air seni
29
Dilatator
Melebarkan pembuluh darah
30
Depuratif
Pembersih darah
31
Emenagoga
Memperbanyak keluarnya haid / peluruh haid
32
Emetika
Menyebabkan muntah
33
Gonorrhoe
Kencing nanah
34
Hair tonic
Menguatkan atau menyuburkan rambut
35
Holitosis    
Menyegarkan nafas
36
Hemostatika
Menghentikan perdarahan
37
Insektisida
Membasmi serangga
38
Konstipasi
Sembelit / susah buang air besar
39
Karminativa
Mengeluarkan angin dari dalam tubuh manusia
40
Laktagoga
Memperlancar air susu ibu
41
Laktifuga
Menghentikan atau mengurangi air susu ibu
42
Litotriptika
Menghancurkan batu pada kandung kemih
43
Laxantia, laksativa, purgative 
Melancarkan buang air besar / pencahar
44
Skorbut
Sariawan, gusi berdarah karena kekurangan vitamin C
45
Vasodilatansia
Memperlebar pembuluh darah
46
Nephrolithiasis
Penyakit kencing batu
47
Urolithiasis
Adanya batu dalam saluran air kemih
48
Parkinson
Penyakit dengan ciri adanya tremor (gemetar), tangan  serta kaki bergemetaran pada waktu diam
49
Parkinsonisme
Penyakit yang mirip parkinson
50
Parasimpatolitika
Pelawan efek perangsang saraf parasimpatik
51
Pertusis
Batuk rejan / batuk seratus hari
52
Roboransia/tonikum            
Obat kuat
53
Skabicida 
Obat kudis
54
Sedativa 
Obat penenang
55
Hipotiroidisme
Kekurangan aktivitas dari kelenjar gondok
56
Trikhomoniasis 
Penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur yang hidup di atas kulit (dermatofyt), jamurnya adalah Trichofyton
Sumber 
Prof. dr. H. Maulana Surya, M.Si., Apt. 
Blog Riyawan | Kumpulan Artikel Farmasi & Keperawatan






Blogger Tricks