Ada 5 Macam Cara Pemeriksaan Untuk Menilai Simplisia

Simplisia
1. Secara Organoleptik
                Adalah cara pemeriksaan dengan pancaindera dan meliputi pemeriksaan terhadap bentuk, bau, rasa pada lidah dan tangan, kadang- kadang pengamatan dengan pendengaran, dalam hal ini diperhatikan bentuk, ukuran, warna bagian luar dan bagian dalam, retakan- retakan atau gambaran–gambaran dan susunan bahannya (berserat-serat, bergumpal,dan lain sebagainya). Pemeriksaan secara organoleptik harus dilakukan lebih dahulu sebelum dilakukan pemerikaan dengan cara lain, karena pada umumnya pemeriksaan baru dilanjutkan jika penilaian organoleptik memberikan hasil baik . Pada simplisia bentuk serbuk, pemeriksaan secara mikroskopik dapat dilakukan secara serentak dengan cara organoleptik .
2. Secara Mikroskopik           
    Umumnya meliputi pengamatan terhadap irisan melintang dan terhadap serbuk.
3. Secara Fisika
    Meliputi penetapan daya larut , bobot jenis, rotasi optik, titik lebur, titik beku, kadar air, sifat-sifat simplisia di bawah sinar ultra violet,  pengamatan mikroskopik dengan sinar polarisasi     dan lain   sebagainya.
4. Secara Kimia
                Yang bersifat kwalitatif disebut identifikasi dan pada umumnya berupa reaksi warna atau pengendapan. Sebelum reaksi-reaksi tersebut dilakukan terlebih dahulu diadakan isolasi terhadap zat yang dikehendaki , misalnya isolasi dengan cara pelarutan, penyaringan dan mikrosublimasi. Pemeriksaan secara kimia yang bersifat kwantitatif disebut penetapan kadar.
5. Secara Hayati / Biologi
Pada umumnya bersifat penetapan potensi zat berkhasiat.
Beberapa Istilah Yang Ada Hubungannya Dengan Kegunaan Simplisia Dan Nama Penyakit
1)    Amara                   : Menambah nafsu makan / pahitan
2)    Anhidrotika            : Mengurangi keluarnya keringat
3)    Stomakika             : Memacu enzim – enzim pencernaan
4)    Analgetika             : Mengurangi rasa nyeri
5)    Antelmintika          : Membasmi cacing dari dalam tubuh manusia
6)    Anti fungi               : Membasmi jamur, terutama jamur pada kulit, misalnya Panu 
7)    Anti hipertensi       : Menurunkan tekanan darah.
8)    Anti piretika           : Menurunkan suhu badan
9)    Anti emetika          : Mencegah atau menghilangkan mual atau muntah
10) Anti diare               : Menghentikan buang air besar , mencret atau murus
11) Anti neuralgia        : Menghilangkan rasa sakit / nyeri di kepala
12) Anti reumatika       : Menghilangkan  rasa sakit pada encok / rematik
13) Anti spasmodika   : Pereda / pelawan  keadaan  kejang pada  tubuh (pereda kejang)
14) Anti septika           : Membasmi  kuman ( desinfektika )
15) Antidotum              : Penawar  racun
16) Antitusif                 : Pereda batuk
17) Ekspetoransia       : Mengurangi  batuk berdahak
18) Anti diabetika        : Untuk  mengobati kencing manis
19) Anti hemoroida      : Untuk mengobati wasir
20) Anti iritansia           : Mencegah perangsangan pada kulit dan selaput lendir
21) Astringensia          : Menciutkan selaput lendir atau pori  / pengelat
22) Cardiaka               : Untuk  jantung
23) Cardiotonika          : Untuk penguat kerja jantung
24) Cholagoga             : Membantu fungsi dari empedu
25) Dismenorrhoe       : Untuk mengobati nyeri haid
26) Diaforetika / Sudorifika     : Memperbanyak keluarnya keringat  / peluruh keringat
27) Digestiva               : Merangsang pencernaan makanan
28) Diuretika                : Melancarkan keluarnya air seni / peluruh air seni
29) Dilatator                 : Melebarkan pembuluh darah
30) Depuratif               : Pembersih darah
31) Emenagoga          : Memperbanyak keluarnya haid / peluruh haid
32) Emetika                 : Menyebabkan muntah
33) Gonorrhoe             : Kencing nanah
34) Hair tonic               : Menguatkan atau menyuburkan rambut
35) Holitosis                 : Menyegarkan nafas
36) Hemostatika          : Menghentikan perdarahan
37) Insektisida             : Membasmi serangga
38) Konstipasi              : Sembelit / susah buang air besar
39) Karminativa           : Mengeluarkan angin dari dalam tubuh manusia
40) Laktagoga             : Memperlancar air susu ibu
41) Laktifuga               : Menghentikan atau mengurangi air susu ibu
42) Litotriptika              : Menghancurkan batu pada kandung kemih
43) Laxantia, laksativa, purgativa       : Melancarkan buang air besar / pencahar
44) Skorbut                 : Sariawan, gusi berdarah karena kekurangan vitamin C
45) Vasodilatansia       : Memperlebar pembuluh darah
46) Nephrolithiasis       : Penyakit kencing batu
47) Urolithiasis             : Adanya batu dalam saluran air kemih
48) Parkinson              : Penyakit dengan ciri adanya tremor (gemetar), tangan serta kaki bergemetaran pada waktu diam
49) Parkinsonisme      : Penyakit yang mirip parkinson
50)  Parasimpatolitika : Pelawan efek perangsang saraf parasimpatik
51) Pertusis                 : Batuk rejan / batuk seratus hari
52) Roboransia / tonikum        :Obat kuat
53) Skabicida              : Obat kudis
54) Sedativa                : Obat penenang
55) Hipotiroidisme       : Kekurangan aktivitas dari kelenjar gondok

56) Trikhomoniasis      : Penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur yang hidup di atas kulit (dermatofyt), jamurnya adalah Trichofyton                       
Bagian  - Bagian dari Tanaman
                Kormus ( tubuh tanaman ) umumnya  dapat  dibagi  menjadi 3  bagian yaitu radix  (akar), caulis  (batang) dan folium (daun). Di samping itu pada tanaman dapat ditemukan gema (kuncup), flos (bunga), fructus (buah), semen (biji), tubera (umbi), rhizoma (akar tinggal), bulbus (umbi lapis). Cortex (kulit bagian batang atau buah atau buah yang dapat dikelupas), herba (bagian tanaman lunak di atas tanah), pulpa (daging buah), kayu (lignum).

Sumber Prof. H. Maulana Surya I, S.Si., Apt.
Wikipedia.org
Riyawan.com | Kumpulan Artikel Farmasi & Keperawatan

Tidak ada komentar:
Write komentar