DIABETES MELITUS



1.      Pengertian
Diabetes Melllitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif (Arjatmo, 2002).
Diabetes melitus, DM (bahasa Yunani: διαβαίνειν, diabaínein, tembus atau pancuran air) (bahasa Latin: mellitus, rasa manis) yang juga dikenal di Indonesia dengan istilah penyakit kencing manis adalah kelainan metabolik yang disebabkan oleh banyak faktor, dengan simtoma berupa hiperglikemia kronis dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, sebagai akibat dari:
 ·         defisiensi sekresi hormon insulin, aktivitas insulin, atau keduanya.
 ·         defisiensi transporter glukosa.
 ·         atau keduanya.
Berbagai penyakit, sindrom dan simtoma dapat terpicu oleh diabetes melitus, antara lain: Alzheimer, ataxia-telangiectasia, sindrom Down, penyakit Huntington, kelainan mitokondria, distrofi miotonis, penyakit Parkinson, sindrom Prader-Willi, sindrom Werner, sindrom Wolfram, leukoaraiosis, demensia, hipotiroidisme, hipertiroidisme, hipogonadisme, dan lain-lain.

2.      Data Subyektif
-          Poliuria (Sering kencing)
-          Polidipsia (Sering minum)
-          Polifagia (Sering makan)
-          Berat badan menurun, lemas, lekas lelah, tenaga kurang
-          Mata kabur

3.      Data Obyektif
-          Kulit kering
-          Glukosa darah sewaktu > 200
-          Kadar glukosa darah puasa > 140

4.      Diagnosa yang Mungkin Timbul
-          Diagnosa I
Resiko tinggi gangguan nutrisi : kurang dari kebutuhan berhubungan dengan penurunan masukan oral, anoreksia, mual, peningkatan metabolisme protein, lemak.
-          Diagnosa II
Kekurangan volume cairan berhubungan dengan diuresis osmotik.
-          Diagnosa III
Gangguan integritas kulit berhubungan dengan perubahan status metabolik (neuropati perifer)
-          Diagnosa IV
Resiko terjadi injury berhubungan dengan  penurunan fungsi penglihatan

5.      Intervensi
-     Diagnosa I
1.      Timbang berat badan setiap hari atau sesuai dengan indikasi.
R/ Deteksi dini perubahan berat badan untuk menentukan terapi selanjutnya
2.      Tentukan program diet dan pola makan pasien dan bandingkan dengan makanan yang dapat dihabiskan pasien.
R/  Penentuan program diet yang tepat dapat memperbaiki metabolisme pasien
3.      Auskultasi bising usus, catat adanya nyeri abdomen/perut kembung, mual, muntahan makanan yang belum sempat dicerna, pertahankan keadaan puasa sesuai dengan indikasi.
R/ Deteksi dini perubahan status kesehatan pasien
4.      Berikan makanan cair yang mengandung zat makanan (nutrien) dan elektrolit dengan segera jika pasien sudah dapat mentoleransinya melalui oral.
R/  Makanan yang halus dapat mudah ditelan dan memperbaiki metabolisme tubuh pasien
5.      Libatkan keluarga pasien pada pencernaan makan sesuai dengan indikasi.
R/  Keluarga merupakan orang yang paling dekat dan paling mengerti kebiasaan pasien
6.      Kolaborasi melakukan pemeriksaan gula darah
R/ Deteksi dini perubahan penyakitnya dan merencanakan terapi selanjutnya
7.      Kolaborasi pemberian pengobatan insulin.
R/  Dapat meminimalkan resiko hipoglikemia maupun hiperglikemia
8.      Kolaborasi dengan ahli diet.
R/  Ahli diit merupakan spesialis nutrisi yang dapat membantu pasien dalam merencanakan makanan dengan daftar makanan yang khusus
-     Diagnosa II
1.      Pantau tanda-tanda vital, catat adanya perubahan tekanan darah ortostatik
R/  Deteksi dini perubahan status kesehatan pasien
2.      Pantau pola nafas seperti adanya pernafasan kusmaul
R/ Pernafasan kusmaul dapat memperberat kerja paru
3.      Kaji frekuensi dan kualitas pernafasan, penggunaan otot bantu nafas
R/  Deteksi adanya hal-hal yang dapat memberatkan kerja paru
4.      Kaji nadi perifer, pengisian kapiler, turgor kulit dan membran mukosa
R/  Menentukan kondisi pasien dalam perencanaan dalam pemberian rehidrasi
5.      Pantau masukan dan pengeluaran
R/ Memantau balance cairan dalam tubuh
6.      Pertahankan untuk memberikan cairan paling sedikit 2500 ml/hari dalam batas yang dapat ditoleransi jantung
R/  Cairan yang berlebihan dapat memberatkan kerja jantung
7.      Catat hal-hal  seperti mual, muntah dan distensi lambung.
R/  Deteksi adanya komplikasi dengan paenyakit lain
8.      Observasi adanya kelelahan yang meningkat, edema, peningkatan berat badan, nadi tidak teratur
R/  Deteksi dini peruabahan status kesehatan pasien dan sebagai perencanaan program pengobatan
9.      Kolaborasi dalam pemberian terapi cairan normal salin dengan atau tanpa dextrosa, pantau pemeriksaan laboratorium (Ht, BUN, Na, K)
R/  Terapi Cairan yang tepat dapat memperbaiki metabolisme dalam tubuh pasien
-     Diagnosa III
1.      Kaji luka, adanya epitelisasi, perubahan warna, edema, dan discharge, frekuensi ganti balut.
R/  Mengurangi terjadinya infeksi
2.      Kaji tanda vital
R/  Mendeteksi perubahan status kesehatan pasien
3.      Kaji adanya nyeri
R/  Mengidentifikasi derajat toleransi pasien terhadap nyeri
4.      Lakukan perawatan luka
R/  Perawatan luka secara rutin dapat mengurangi terjadinya infeksi
5.      Kolaborasi pemberian insulin
R/  Pemberian insulin dengan tepat dapat mengurangi terjadi hipoglikemi maupun hiperglikemi
6.      Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai indikasi.
R/  Membunuh bakteri yang masuk
-     Diagnosa IV
1.      Hindarkan lantai yang licin.
R/  Mengurangi resiko cidera
2.      Gunakan bed yang rendah.
R/  Mengurangi resiko terjatuh dari tempat tidur
3.      Orientasikan klien dengan ruangan.
R/  Ruangan yang nyaman dapat menurunkan stress dan frustrasi pasien
4.      Bantu klien dalam melakukan aktivitas sehari-hari
R/  Aktivitas rutin dapat mengurangi terjadinya atrofi dan kekakuan otot
5.      Bantu pasien dalam ambulasi atau perubahan posisi
R/  Mobilisasi dini dapat menunjukkan adanya motivasi pasien pada kesembuhan tinggi


Tabel: Kadar glukosa darah sewaktu dan puasa dengan metode enzimatik sebagai patokan penyaring dan diagnosis DM (mg/dl).
Bukan DM
Belum pasti DM
DM
Kadar glukosa darah sewaktu:



Plasma vena
<110
110 - 199
>200
Darah kapiler
<90
90 - 199
>200
Kadar glukosa darah puasa:



Plasma vena
<110
110 - 125
>126
Darah kapiler
<90
90 - 109
>110


Pengendalian penyakit diabetes
Ada 4 pilar Pengendalian penyakit diabetes:
  • Edukasi, pasien harus tahu bahwa penyakit dibetes tidak dapat disembuhkan, tetapi bisa dikendalikan dan pengendalian harus dilakukan seumur hidup
  • Makanan, jika input/masukan buruk, maka output/hasil akan buruk, demikian pula bila makan melebihi diet yang ditentukan, maka kadar gula darah akan meningkat
  • Olahraga, diperlukan untuk membakar kadar gula berlebih yang ada dalam darah
  • Obat, hanya jika diperlukan, tetapi bila kadar gula darah telah turun dengan meminum obat, bukan berarti telah sembuh, tetapi harus konsultasi dengan dokter apakah tetap meminum obat dengan kadar yang tetap atau meminum obat yang sama dengan kadar yang diturunkan atau minum obat yang lain
Pasien yang cukup terkendali dengan pengaturan makan saja tidak mengalami kesulitan kalau berpuasa. Pasien yang cukup terkendali dengan obat dosis tunggal juga tidak mengalami kesulitan untuk berpuasa. Obat diberikan pada saat berbuka puasa. Untuk yang terkendali dengan obat hipoglikemik oral (OHO) dosis tinggi, obat diberikan dengan dosis sebelum berbuka lebih besar daripada dosis sahur. Untuk yang memakai insulin, dipakai insulin jangka menengah yang diberikan saat berbuka saja. Sedangkan pasien yang harus menggunakan insulin (DMTI) dosis ganda, dianjurkan untuk tidak berpuasa dalam bulan Ramadhan
.
Sumber Pustaka
Arjatmo Tjokronegoro. 2002. Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu.Cet 2. Jakarta : Balai Penerbit FKUI
Doenges, Marilyn E, 1989, Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien edisi 3 alih bahasa I Made Kariasa, Ni Made Sumarwati, Jakarta : EGC
Carpenito, Lynda Juall, 1997. Buku Saku Diagnosa Keperawatan edisi 6 alih bahasa YasminAsih, Jakarta : EGC
Riyawan.com | Kumpulan Artikel Keperawatan & Farmasi.
 Wikipedia.org

2 komentar:
Write komentar
  1. Very good article, Because it has been giving a lot of knowledge to me and of course all of the readers of this article. Hopefully this web increasingly advanced and increasingly prosperous and continue to provide excellent knowledge in waiting by the reader

    BalasHapus