BURMANI CORTEX


3. BURMANI  CORTEX ( MMI)
Cinnamomum burmannii (cassia, cassia Indonesia, cassia padang) adalah salah satu jenis kayu manis. Spesies ini berasal dari Indonesia dan Asia Tenggara. Umumnya, tumbuhan ini digunakan sebagai rempah-rempah, tanaman hias, maupun tanaman hutan. Kulit kayu C. burmannii yang memiliki bau aromatik ini sehingga digunakan sebagai bumbu (kayu manis), parfum, maupun obat. Pohon C. burmannii dapat mencapai ketinggian 15 meter dan menghasilkan getah berwarna kuning muda atau keputihan. Budidaya C. burmannii dilakukan melalui biji ataupun stek. Buah tua yang berkulit tebal dan berbau harum akan ditanaman sebagai pohon induk untuk reproduksi. Tumbuhan ini diketahui rentan terhadap kutu daun, penyakit akar busuk, dan juga penyakit bintik daun (leaf spot).
Wikipedia
Nama  lain
Nama tanaman asal
Keluarga
Zat berkhasiat utama / isi


Penggunaan

Pemerian
Bagian yang digunakan
Keterangan
- Waktu panen


  

- Cara panen



















- Jenis – jenis




 - Perbedaan


 - Penyimpanan
:
:
:
:


:

:
:
:
:




:



















:




:


 :
Kulit manis jangan, Kulit kayu manis padang,  Keningar.
Cinnamomum Burmani (Blume)
Lauraceae
Minyak atsiri yang mengandung sinamil aldehid, sinamil asetat, borneol, simen. Zat penyamak, damar, bornil asetat
Diaforetika,   karminativa,   anti    iritansia,  bahan   pewangi, bumbu masak.
Bau khas, rasa manis
Kulit batang

Panen  pada  umur  8 tahun,  semakin tua umur tanaman, kulit relatif   lebih  tebal   dan volume  kulit pohon bertambah pula, sehingga  kualitas dan kuantitas produksi akan lebih baik.
1.      Pohon ditebang sekaligus, tunggul tebangan diter bagian atasnya.
2.      Cara ditumbuk,  yakni  2  bulan sebelum ditebang  5 cm  dari leher akar, seluruh kulit batang dikupas setinggi 80 - 100 cm. Setelah 2 bulan baru ditebang maksudnya agar pengulitan mudah dilakukan dan diharapkan tumbuh tunas baru yang lebih sempurna pada permukaan tanah.
3.      Pohon dipukul-pukul dengan benda tajam  2 bulan sebelum ditebang, dengan maksud untuk mendapat kulit yang tebal pada waktu pemotongan, sebab pada bekas - bekas pukulan akan menghasilkan pembengkakan kulit.
4.      Sistem Vietnam (sistem panen tanpa tebang), yaitu memotong sebagian kulit batang secara berselang- seling dengan ukuran panjang  30 cm, lebar 10 cm.  Setelah kulit batang bertaut kembali sehabis panen pertama, lalu dilakukan panen kedua dan seterusnya.
Dalam perdagangan dikenal sebagai Cassia vera. 
Ada 2 varietas :
1.      Berdaun muda, berwarna merah pekat, banyak ditanam di Sumatera Barat dan Kerinci
2.      Berdaun hijau ungu.
Kayu manis pucuk merah mempunyai kualitas lebih baik, tetapi produksinya lebih rendah dari pada yang berpucuk hijau.
Dalam wadah tertutup baik

Daftar Pustaka
Prof. H. Maulana Surya I, S.Si., Apt.
Blog Riyawan | Kumpulan Artikel Farmasi & Keperawatan
Wikipedia.org
Depkes

Tidak ada komentar:
Write komentar