CINCHONAE CORTEX


4.   CINCHONAE   CORTEX  (FI)
Cinchona adalah genus beranggotakan sekitar 25 spesies dari suku Rubiaceae yang berasal dari Amerika Selatan tropika. Anggota genus ini berupa tanaman perdu besar atau pohon kecil hijau abadi yang tumbuh hingga ketinggian 5-15 meter.
Kulit pohonnya merupakan sumber dari berbagai jenis alkaloid, yang paling dikenal adalah kuinina, suatu senyawa antipiretik (penawar demam) yang terutama digunakan dalam pengobatan malaria. Dari banyak penghasil kuinina, hanya C. officinalis dan C. pubescens (syn. C. succirubra) yang dibudidayakan dalam perkebunan. C. officinalis subsp. ledgeriana yang dipakai sebagai batang bawah. Kedua jenis ini dikenal dalam perdagangan sebagai tumbuhan kina.
Wikipedia
Nama  lain
Nama tanaman asal
Keluarga
Zat berkhasiat utama / isi

Persyaratan kadar
Penggunaan
Pemerian

Bagian yang digunakan
Keterangan
- Sediaan
- Perbedaan









- Cara panen


















-Penyimpanan
:
:
:
:

:
:
:

:
:
:
:









 :


















:
Kulit kina,  Peruvian bark, Jesuit bark.
Cinchona succirubra
Rubiaceae
Alkaloida kinina, sinkonina, sinkodina, kina tanat, kinidin, asam tanat, asam kina, damar, malam.
Kadar kinin tidak kurang dari 8,0 %
Antipiretika, antimalaria, amara.
Bau khas terutama dari kulit dahan, pada  penyimpanan lama bau menghilang, rasa pahit dan kelat.
Kulit batang , kulit dahan, kulit akar.

Cinchonae extractum
-          Cinchona succirubra berisi 9 % alkaloida.
-          Cinchona ledgeriana berisi 6 - 10 % alkaloida.
-          Cinchona calisaya berisi 6 - 8 % alkaloida
-          Untuk memperoleh banyak kulit ditanam            Cinchona succirubra
-          Untuk mendapat banyak alkaloida ditanam  Cinchona ledgeriana .
-          Untuk cepat-cepat mendapat banyak alkaloida ditanam Cinchona ledgeriana diatas Cinchona succirubra secara okulasi.
1.      Dicabut (cara Indonesia) pohon-pohon yang jaraknya 60 cm – 100 cm satu sama lain, dicabut seluruhnya dan diambil kulit batang dan kulit akarnya, setelah 6-7 tahun, pada daerah tadi dilakukan pencabutan lagi.
2.      Dipangkas : pohon-pohon yang berumur 7 tahun dipangkas batangnya beberapa  cm di atas tanah, dari pangkal batang nanti tumbuh sejumlah cabang baru yang nanti juga dipungut.
3.      Dikikis : Kulit batang dikikis tanpa mengenai kulit kayunya
4.      Menurut penelitian ternyata kulit kina yang banyak terkena sinar matahari alkaloidnya lebih rendah dari kulit kina yang ditempat teduh. Jika kulit kina tersebut ditutupi dengan lumut, maka kadar alkaloidnya akan naik luar biasa. Setelah kulit kina ini di panen, bekasnya ditutupi lumut kembali, maka timbul kulit kulit kina baru yang juga tinggi kadar alkaloidnya. Pengambilan kulit dilakukan sedikit demi sedikit sampai seluruh kulit lama terambil.
Dalam wadah tertutup baik
Sumber Prof. H. Maulana Surya I, S.Si., Apt.
Wikipedia.org
Riyawan.com | Kumpulan Artikel Farmasi & Keperawatan

Tidak ada komentar:
Write komentar